Berikut adalah tanda-tanda utama shockbreaker depan sepeda motor atau mobil mulai kehabisan (kekurangan) minyak/oli:
Timbul Bunyi Rembesan atau Decitan (Squeaking): Terdengar bunyi "jeduk-jeduk" saat melewati jalan berlubang, atau bunyi decitan besi bergesekan ketika suspensi main/naik-turun.
Bantingan Terasa Sangat Keras dan Membal (Bouncy): Suspensi kehilangan fungsi redaman (damping). Motor/mobil terasa membal berlebihan seperti membal di atas per/pegas saja karena tidak ada oli yang menahan daya dorong.
Adanya Rembesan atau Kebocoran Oli di As Shock: Terdapat lelehan oli basah yang menempel pada stanchion (batang as shock) atau tabung suspensi, biasanya dipicu oleh seal oli yang sudah robek atau aus.
Kemudi Terasa Unstable atau Oleng: Kendaraan terasa melayang, sulit dikendalikan saat beralih arah (berbelok), atau terasa tidak stabil saat dipacu pada kecepatan tinggi.
Ketinggian Suspensi Menurun (Amblas): Shock depan terlihat lebih rendah dari kondisi normalnya saat diberi beban kendaraan atau penumpang.
Ban Aus Tidak Merata (Cupping): Karet ban depan mengikis tidak rata (bergelombang) akibat tapak ban yang terus-menerus membal menepuk permukaan jalan tanpa redaman optimal.
