Lazimnya, kopling motor
Yamaha F1Z-R mengandalkan empat baut sebagai pemegang pelat penekan.
Namun, desain ini mengandung kelemahan. Gejala selip sering terjadi
akibat kurang kuatnya pelat penekan dalam menekan kopling.
Ujung-ujungnya tenaga mesin tidak ter salurkan dengan sempurna.
Berkat tangan seorang mekanik dari Jakarta Barat, diciptakan lah kopling
dengan lima baut pemegang pelat penekan. Sistem nya, murni kreasi
sendiri dan merupakan pengembangan kopling serupa milik Yamaha YZ80. Dijamin kampas kopling kuat melekat.
Desain nya memiliki kelebihan, yaitu keberadaan gerigi pada pelat
penekan. Gerigi tersebut berpasangan dengan gerigi di rumah kopling.
Saat pelat penekan bergerak ke dalam, keduanya saling mengunci dan
bergerak bersamaan. Keuntungannya, kemungkinan gejala selip semakin
kecil terjadi.
Satu set kopling ini
terdiri dari rumah kopling, 6 buah damper, pelat penekan, 4 pelat
kopling, dan 5 kampas kopling, serta per, baut pemegang plus ring,
masing-masing 5 buah (gambar 1). Alat ini ditujukan pada Yamaha F1Z-R
untuk balap, walaupun tidak diharamkan untuk diterapkan bagi tunggangan
sehari-hari. Urusan pemasangan serahkan saja pada bengkel. sebab
dibutuhkan keahlian dan peralatan khusus (misalnya treker). Praktik
dilakukan pada Yamaha F1Z-R yang dipasangi kopling jedek.
Pertama-tama, semua perangkat kopling bawaan pabrik akan dibongkar
setelah seluruh oli dikeringkan. Jika pelat dan kampas kopling telah
dilepas, lanjutkan melepas rumah kopling. Rumah kopling ditahan
menggunakan kunci sok 19 (gambar 2). Rumah kopling ditarik bersama-sama
gigi kopling jedek (gambar 3). Lepas gigi primer rumah kopling dengan
cara merusak kelingan. Lalu, pindahkan gigi primer ke rumah kopling yang
baru.
Agar gigi primer menyatu dengan rumah kopling baru, masih digunakan paku
keling. Tonjolan paku keling kemudian di gerinda sampai rata dan halus.
Tak lupa keenam damper karet diaplikasikan pada rumah kopling merubah komponen
standar. Apabila gigi primer sudah melekat rapi, barulah rumah kopling
dipasang kembali. Caranya sama sewaktu melepas, yaitu dimasukkan bersama
gigi kopling jedek. Baut pemegang rumah kopling di kencang kan
menggunakan kunci sok 19 dan treker sebagai penahan.
Pelat dan kampas kopling mendapat jatah selanjunya intuk dipasang.
Antara pelat dan kampas dipasang selang-seling, setiap kampas diapit dua
kampas. (gambar 4). Lalau, mekanik akan menempatkan pelat penekan,
kelima baut dan per-per nya. Perhatikan bahwa pada pelat penekan maupun
rumah kopling terdapat tanda "top". Jika tanda kedua tersebut tidak berhimpit, kedudukan gigi tidak akan pas (gambar 5)
Terakhir, rumah kopling dibaut menutupi seluruh komponen kopling (gambar 6). Bila dipasang dengan benar, performa pemindah daya motor ini akan jauh melebihi standarnya. Terlebih jangka waktu penggantian kampas kopling semakin panjang.
Sumber





