Busi motor yang mulai lemah atau rusak akan menunjukkan beberapa gejala pada performa mesin. Berikut adalah tanda-tanda utama busi motor harus segera diganti:
Mesin Sulit Dihidupkan
Saat menggunakan electric starter maupun kick starter, mesin terasa berat atau butuh berkali-kali engkol untuk menyala, terutama di pagi hari atau saat mesin dingin.
Performa Mesin Brebet atau Misfire
Terasa tarikan mesin tersendat-sendat (brebet) saat digas, terutama pada putaran bawah atau menengah.
Muncul suara meletup halus dari knalpot karena pembakaran tidak sempurna.
Tarikan Terasa Lemah dan Akselerasi Kurang
Motor terasa berat saat menanjak atau butuh waktu lebih lama untuk mencapai kecepatan tinggi meski gas sudah ditarik dalam.
Mesin Sering Mati Saat Idle (Langsam)
Mesin mudah mati sendiri saat berhenti di lampu merah atau saat tuas gas dilepas penuh.
Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Karena percikan api lemah, sebagian bahan bakar tidak terbakar sempurna sehingga membutuhkan bensin lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Kondisi Fisik Busi (Cek Manual)
Jika Anda melepas busi, perhatikan ciri-ciri fisik berikut:
Elektroda Aus/Kikis: Ujung elektroda tengah tampak menumpul, melengkung, atau jarak gap (celah) elektroda sudah terlalu jauh.
Kerak Hitam/Pekat: Terdapat timbunan kerak karbon hitam kering (pembakaran terlalu kaya) atau kerak oli basah (indikasi oli bocor ke ruang bakar).
Warna Putih Pucat/Meleleh: Menandakan suhu mesin terlalu panas (overheating).
Anjuran Jangka Waktu Penggantian
Busi Standar (Nikel): Idealnya diganti setiap 6.000 – 10.000 km (atau sekitar 2 kali servis berkala).
Busi Iridium / Platinum: Memiliki usia pakai lebih panjang, biasanya diganti setiap 15.000 – 20.000 km.
